Dosen INAIFAS, Pandai-Pandailah Berkarya!


ditulis oleh :  
  |   (pba.inaifas.ac.id | diposting - 10 bulan lalu)
0 Comments
0

PBA INAIFAS, Jember – “Dosen, dodolan sendok” (jualan sendok). Celetukan nyentrik Rektor INAIFAS Rijal Mumazziq Z. itu sering menghiasi guyonan di tengah percakapan di jajaran struktural INAIFAS, dalam rapat formal atau non formal. Maklum, sejarawan NU ini penggemar berat Gus Dur, jadi tak ayal jika teknik berkomunikasinya mirip yang digunakan Gus Dur.

Namun tidak seratus persen keliru, karena lazim juga anekdot dosen “ngomonge sak dos, duwite sak sen” (bicaranya satu kardus, uangnya satu sen). Maksudnya, dosen banyak memberi kuliah di kelas, namun penghasilannya sedikit. Problem rata-rata dosen di perguruan tinggi swasta (PTS) berkisar soal income itu. Pemerintah, melalui Menristek Dikti, menggelontorkan dana penelitian sebanyak-sebanyak kepada dosen yang pandai berkarya melalui penelitian, tentunya tujuan program Menristek itu tidak agar dosen menjadi kaya kemudian.

Latar program Menristek tersebut adalah untuk menggenjot produktifitas penelitian dosen agar menduduki top rekor dunia. Di lembaga pemerintah yang lain, seperti Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, juga memfasilitasi bantuan penelitian dosen yang terfokus pada kekayaan intelektual ulama nusantara. Tak tanggung-tanggung, satu penelitian bisa memborong ratusan juta rupiah.

Sebab itu, LP2M dan Devisi Jurnal INAIFAS mengundang para dosen INAIFAS, termasuk dosen PBA INAIFAS, dengan menghadirkan Dr. Mahrus, M.Ag. sebagai Kepala Seksi Penelitian dan Pengelolaan Hak Atas Kekayaan Intelektual Subdirektorat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama untuk memberikan workshop tentang penyusunan proposal penelitian dan penulisan artikel penelitian untuk jurnal nasional dan internasional. Sedangkan materi strategi peningkatan jurnal untuk terakreditasi diisi oleh Nur Hasib, S.Kom dan Tim Jurnal Kopertais IV Surabaya. Workshop tersebut diselenggarakan pada 3 Agustus 2019 di Aula INAIFAS.

Baca juga :  Pra Raker II: Harapan di Tengah Pusaran Revolusi Industri 4.0
Di sela-sela memberikan materi workshop, Dr. Mahrus, M.Ag. mengingatkan agar dosen tidak tergiur dengan jumlah dana bantuan tersebut, karena “kantong dosen” akan terisi dengan sendirinya dengan adanya produk penelitian. Jika demikian, Anda pasti bisa menjawab, ada karya ada? Selamat berkarya.

Ikuti kami